Pasar perumahan Indonesia: harga stabil, transaksi turun

by griyo

Harga rumah naik sedikit sebesar 0,3% yoy pada Q3 2020

Untuk pertama kalinya harga rumah tidak turun dalam dua tahun terakhir, harga rumah di 14 kota terbesar di negara itu naik sedikit 0,3% sepanjang tahun hingga Q3 2020, mengikuti penurunan yoy sebesar 0,52% pada Q2 2020, 1,2% pada Q1 2020, 0,65% di Q4 2019, dan 1,68% di Q3 2019. Harga rumah naik 0,43% qoq selama kuartal terakhir.

Permintaan menurun

Penjualan properti residensial turun 30,9% di Q3 2020 dari tahun sebelumnya, mengikuti penurunan yoy sebesar 25,6% di Q2 dan 43,2% di Q1, menurut Bank Indonesia. Penjualan mengalami peningkatan dua digit dari 2013 hingga 2015.

Pinjaman perumahan yang disalurkan oleh bank meningkat sebesar 2,05% yoy pada Q3 2020, melambat dari pertumbuhan tahunan sebesar 3,5% pada triwulan sebelumnya dan 8,1% pada tahun sebelumnya.

Sewa, hasil sewa: hasil tinggi di Jakarta sebesar 7,09%

Biaya apartemen di Jakarta tergolong rendah, sekitar $ 2.595 per meter persegi.

Berita terbaru : Perekonomian Indonesia menyusut 5,32% secara tahunan pada Q2 2020 dan 3,49% lainnya pada Q3 – penurunan ekonomi terburuk di negara itu sejak Krisis Keuangan Asia 1998. Belanja rumah tangga dan pertumbuhan investasi turun dengan cepat di tengah wabah COVID-19.

Baru-baru ini, pemerintah Indonesia merevisi perkiraan ekonomi 2020 untuk negara tersebut ke kisaran -1,1% hingga 0,2%, turun dari perkiraan sebelumnya -0,4% menjadi 2,3% dan pertumbuhan tahun 2019 sebesar 5%. Demikian pula, IMF sekarang memperkirakan ekonomi Indonesia akan berkontraksi sebesar 1,5% tahun ini, revisi turun dari perkiraan sebelumnya yang turun 0,3%. Baru-baru ini, pemerintah meluncurkan paket stimulus senilai sekitar Rp 695,2 triliun (US $ 47 miliar) untuk mendorong perlambatan ekonomi.

Related Posts

Leave a Comment